9 Feb 2026

SEJARAH DAN TUJUAN

 

🧭 SEJARAH

Blog Sekar Adi Wirama lahir sebagai ruang refleksi dan dokumentasi pemikiran kebudayaan yang berangkat dari pengalaman lapangan seorang pamong budaya dan seniman tradisi. Sejak awal pendiriannya, blog ini tidak dimaksudkan sebagai catatan personal semata, melainkan sebagai arsip gagasan, praktik, dan dinamika kebudayaan Jawa dan Nusantara yang hidup di tengah perubahan zaman.

Dalam perjalanannya, blog ini merekam berbagai peristiwa kebudayaan: mulai dari proses kreatif seni tradisi, refleksi atas kebijakan kebudayaan, hingga catatan kritis tentang tantangan pelestarian seni di tengah modernisasi. Blog ini tumbuh seiring pengalaman penulis dalam mendampingi komunitas seni, mengawal program kebudayaan, serta menjalani laku kesenimanan yang berpijak pada nilai, etika, dan tanggung jawab sosial.

🧭 TUJUAN

  1. Menyediakan referensi kebudayaan yang kontekstual dan dapat dipertanggungjawabkan.

  2. Menguatkan posisi seniman dan pelaku budaya sebagai subjek aktif dalam pembangunan kebudayaan.

  3. Mendukung proses pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan secara berkelanjutan.

  4. Menjadi ruang dialog antara tradisi, modernitas, dan kebijakan publik di bidang kebudayaan.

  5. Mengarsipkan gagasan dan pengalaman kebudayaan sebagai bekal lintas generasi.

VISI MISI

 

đŸŒ± VISI

Menjadi ruang pemikiran dan dokumentasi kebudayaan yang kritis, berakar pada tradisi, dan berwawasan ke depan, guna memperkuat keberlanjutan seni dan kebudayaan Nusantara di tengah masyarakat modern.


🎯 MISI

  1. Mendokumentasikan praktik seni dan kebudayaan tradisional sebagai bagian dari memori kolektif dan pengetahuan publik.

  2. Menghadirkan tulisan reflektif dan kritis tentang dinamika kebudayaan, kebijakan budaya, dan peran seniman dalam masyarakat.

  3. Menjembatani dunia praktik seni, pemikiran akademik, dan kerja kebudayaan di lapangan agar saling menguatkan.

  4. Menumbuhkan kesadaran bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi daya hidup yang terus diperbarui.

  5. Menjadi media pembelajaran informal bagi generasi muda, pelaku seni, dan pemerhati budaya.