FUNGSI KENDANG PADA KARAWITAN TARI DAN WAYANG KULIT
Penulis :
Adiyanto
Pamong Budaya Ahli Muda
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur
RUMAH SENI BUDAYA, SEKAR ADI WIRAMA, SALAM BUDAYA, MARI KITA MELESTARIKAN ( MELINDUNGI, MEMBINA, MENGEMBANGKAN, DAN MEMANFAATKAN SENI BUDAYA................ SEBAGAI ASET BUDAYA BANGSA............. SERTA UNTUK ANAK CUCU KITA SEBAGAI GENERASI PENERUS BANGSA................ MATURNUWUN.....TERIMA KASIH.... SALAM BUDAYA
FUNGSI KENDANG PADA KARAWITAN TARI DAN WAYANG KULIT
Penulis :
Adiyanto
Pamong Budaya Ahli Muda
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur
JIN MARIKANGEN
ADIYANTO
Duh Hyang Sukma
Mugi enggal pinanggehna garwa kula
Sampun dangu ngupadi boga
Ing kitha ngayogyakarta
Sun puji sun puji manggya basuki
(man eman eman) eman eman baguse
Wus suwe wus suwe nggonku ngenteni
Duh wang bagus
mbenjang napa kundur ndika (2x)
elinga mring kulawarga (aduh rama ramane dewe)
aduh lae wong kangen ngene rasane
becike yen kangen ketemu wae
kembang kertas kembang melati
sing nggagas nganti setengah mati
jolali (4x) jolali jaman semana
nalikane nglamar kula
intak intik saben sore (eman 4x) lampahe
mbokya mbokya eling, mbok ya eling karo janjine
dek semana mati mukti den lampahi
mbok ya eling ati loro dadi siji
prasetyane paribasane umpami
sambuk cilik kebacut nggonku nresnani
sliramu sliramu mari kangen yen ketemu
KINANTHI
ADIYANTO
YEKTINE URIP PUNIKU
KUDU ELING LAWAN GUSTI
TINDAK TANDUK KANG UTAMA
KARYENG NAKTYASING SESAMI
DEN ELINGA LAMUN MBENJANG
MANUNGSA NGUNDUH PAKARTI
ARTINYA
SEBENARNYA HIDUP ITU
HARUS SELALU INGAT TERHADAP TUHAN
PERBUATAN DAN PERILAKU YANG BAIK
SELALU MEMBUAT SENANG ORANG LAIN
INGATLAH SELALU BAHWA BESUK
MANUSIA AKAN MENDAPAT HASIL APA YANG DIA TANAM
Jineman Untuk Gara-Gara
Setiap latihan karawitan, tidak lupa Pak Prapto selalu membunyikan Jineman untuk Gara-Gara.
Lalu sebenarnya apa yang menjadi keunikan dari Syair Jineman tersebut :
Bocah Bajang nggiring angin
anawu banyu segara
ngon-ingone kebo dhungkul
sa sisih sapi gumarang
Bojah bajang menggiring angin
Menguras air lautan
Peliharaannya kerbau bodoh
Beriringan dengan sapi gumarang
Anak bajang adalah gambaran dari manusia yang lemah, bodoh, rapuh dan berdosa, disatu sisi, namun disisi lain, ada Roh yang hidup di dalam kerapuhannya.
Menghidupi Roh yang sempurna di dalam pribadi yang lemah, membutuhkan perjuangan yang tak berkesudahan.
Diibaratkan anak bajang menggiring angin dengan sebatang lidi dan menguras samodra dengan tempurung kelapa, yang tidak akan pernah selesai.
Kecuali Sang Empunya Kehidupan sudah menganggap cukup.
Seolah Semar mewartakan kepada seluruh isi hutan belantara itu, mengabarkan kepada seluruh penghuni dunia, bahwa manusia dikaruniai kelemahan yang ada pada wujud seekor kerbau, namun di sisi lain juga memiliki kelebihan layaknya sapi gumarang yang cerdas dan bertanduk tajam.
Dan untuk menggapai kesempurnaan hidup haruslah diupayakan mengharmoniskan antara sifat yang serba kurang, lemah dan cacat di satu sisi dan sifat yang serba sempurna di sisi yang lain.
manusia membutuhkan perjuangan panjang, sepanjang umur manusia itu sendiri, seperti bocah bajang nggiring angin dan nawu segara, menggiring angin dan menguras lautan, tiada pernah akan selesai.
oleh: Adiyanto