5 Mar 2017

WAYANG SABDO KARYA KI DJOKO LANGENG

I.            KARYA WAYANG SABDO[1]/ WAYANG KRISTEN

Sekitar tahun 1983, pada waktu gerhana matahari total, Ki Djoko Langgeng membuat wayang Sabdo atau wayang Kristen. Didusun Kuwiran, Desa Plawikan, Kec. Jogonalan di Rumah Bapak Pendeta Julius, dia membuat wayang Sabdo tersebut bersama dengan kakak iparnya yang bernama Ki Gondo Warsito untuk membantu dalam hal menatah. Wayang sabdo yang dibuatnya sesuai dengan gambar foto-foto tokoh dalam cerita sejarah  agama Kristen. Seperti Adam, Hawa, Yesus, Bunda Maria dan tokoh-tokoh lainnya.
Selanjutnya dalam perkembangannya karena wayang yang pertama kesulitan untuk digerakan pada waktu pertunjukan,  misalnya ketika wayang perang dan joget/ beksan,  untuk versi yang selanjutnya adalah perpaduan antara wayang versi pertama dengan wayang purwa biasa, yaitu dengan mengambil postur tubuh wayang purwa kemudian menggunakan kepala wayang versi pertama sehingga dalam penyajian wayangnya bisa di sajikan seperti halnya wayang purwa. Inilah contoh dari wayang Sabdo yang pertama :



[1] Wayang Sabdo menurut Bapak Pendeta Julius adalah wayang yang didalamnya mempunyai misi untuk menyampaikan  ajaran tentang Tuhan kepada manusia.
















































































SISTEM KALENDER JAWA

21 Nov 2016

BUKU NOTASI BALUNGAN GENDING JAWATIMURAN

Buku ini berisikan tentang notasi balungan gending -  gending di Jawa Timur yang pada saat ini sudah sangat jarang lagi di bunyikan oleh para pengrawit dalam sajian klenengan maupun wayangan pada gaya jawatimuran. Sehingga menurut penulis sangat penting sekali untuk menuliskan notasi gending gending jawatimuran sebagai bahan untuk belajar bagi kaum muda yang ingin mempelajari khsusnya gending jawatimuran, serta sebagai usaha untuk menyelamatkan warisan budaya tak benda seperti gending gending jawatimuran ini agar kedepan tidak punah.  dengan tulisan ini  penulis bertujuan supaya dapat digunakan untuk media belajar baik di lingkungan formal maupun tidak formal serta dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman untuk belajar maupun mengajar bagi para seniman, Pembina kesenian dan juga bisa menambah pengetahuan bagi para pembaca khususnya pecinta gending – gending jawatimuran.


Buku ini berjumlah 199 halaman
yang terdiri dari balungan gending seperti :
gending sak cokro, sak samirah, sak luwung, sak jonjang, sak lambang.

gending gedhe
sak gambirsawit, sak titipati, sak narasala, sak kututmanggung gaya jawatimuran




Judul : Balungan Gending Jawatimuran
Penulis : Adiyanto, S.Sn
Penerbit : Karunia
No ISBN : 978-979-9039-73-6
Ukuran : A5 ( 15 x 21)
Jumlah Halaman : 199
Terbitan tahun 2016